Apa itu Batik?
Batik adalah teknik pencelupan lilin-tahan diterapkan ke seluruh kain, atau kain yang dibuat menggunakan teknik ini berasal dari Indonesia. Batik dibuat baik dengan menggambar titik-titik dan garis-garis resist dengan alat yang disebut canting, atau dengan mencetak resist dengan cap tembaga yang disebut topi. Lilin yang diaplikasikan tahan terhadap pewarna dan karenanya memungkinkan pengrajin untuk mewarnai secara selektif dengan merendam kain dalam satu warna, mengeluarkan lilin dengan air mendidih, dan mengulang jika beberapa warna diinginkan.

Tradisi pembuatan batik ditemukan di berbagai negara; batik Indonesia, bagaimanapun, mungkin yang paling terkenal. Batik Indonesia yang dibuat di pulau Jawa memiliki sejarah panjang akulturasi, dengan pola beragam dipengaruhi oleh berbagai budaya, dan yang paling berkembang dalam hal pola, teknik, dan kualitas pengerjaan.

Kata batik berasal dari Jawa. Bisa juga berasal dari kata Jawa amba (‘menulis’) dan titik (‘titik’), atau mungkin berasal dari akar kata proto-Austronesia * beCík (‘to tattoo’). Kata ini pertama kali direkam dalam bahasa Inggris di Encyclopædia Britannica tahun 1880, di mana itu dieja battik. Hal ini dibuktikan di Kepulauan Indonesia selama periode kolonial Belanda dalam berbagai bentuk: mbatek, mbatik, batek dan batik.